Anas Seorang Penghobi dan Peternak Cupang Yang Ingin Membagikan Pengalaman Budidaya Cupang Kepada Para Pengunjung Website Ini.

Cara Beternak Ikan Cupang

Cara Beternak Ikan Cupang

Cara Beternak Ikan Cupang – Memelihara ikan cupang kembali menjadi tren saat ini. Dengan sekian banyak jenis dan keindahan fisiknya menjadi daya tarik tersendiri pada peminatnya.

Dapat digolongkan menjadi dua tipe yaitu untuk dijadikan hiasan dan aduan. Diantara kedua tipe tersebut juga memiliki keunggulannya masing-masing.

Beberapa jenis cupang hias sendiri sering kali dijumpai di berbagai pelaksanaan acara kontes. Dengan corak warna menarik serta sirip memanjang serta gerakan pelan membuatnya semakin anggun.

Kemudian, untuk cupang aduan sendiri juga banyak diminati oleh penghobi laga. Karena, jenis cupang aduan sendiri memiliki keunggulan serta ketangguhan dalam bertarung.

Jenis Ikan Cupang Paling Banyak Diternak

Jenis Ikan Cupang yang Banyak Diternak

Cara memelihara cupang sendiri memang mudah serta dapat dijadikan sebagai ladang prestasi. Namun, kebanyakan penghobi memelihara cupang malah justru ingin membudidayakan. Entah itu hobi atau pun untuk dijadikan ladang bisnis,

Tahukah kalian dengan jenis cupang paling banyak dibudidayakan? Jika merasa penasaran, maka kalian bisa langsung simak saja sederet jenis paling banyak diternakkan diantaranya adalah.

1. Ikan Cupang Halfmoon

Ikan Cupang Halfmoon

Jenis ini memiliki warian atau corak warna tubuh cukup beragam, mulai dari merah menyala, kuning, putih dan lain sebagainya. Jenis halfmoon memiliki warna tubuh teduh serta berkarisma.

Sesuai namanya, ekor dan siripnya mirip bentuk bulan separuh, jika diartikan dalam bahasa inggris Halfmoon. Ikan jenis halfmoon berasal dari negara Thailan, lalu dikembangkan lagi oleh seseorang bernama Peter Boettner dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.

Jenis cupang halfmoon sering kali dijadikan calon indukan untuk dikembangbiakkan. Dengan alasan memiliki perpaduan warna tubuh, serta bentuk sirip serta ekor cukup menarik.

2. Ikan Cupang Double Tail

Ikan Cupang Double Tail

Kemudian, ada pula jenis dengan memiliki bentuk ekor terbelah dua. Namun sangat disayangkan, jenis ini masih sangat sulit didapatkan jika dibandungan dengan cupang lainnya.

Faktor kelangkaan pada cupang tersebut membuat harganya menjadi lebih mahal. Mungkin bisa mencoba beternak cupang jenis double tail. Pastinya akan mendapatkan keuntungan lebih banyak.

3. Ikan Cupang Plakat

Ikan Cupang Plakat

Selanjtnya yaitu bernama Plakat, memiliki warna indah serta ekor menawan. Penamaan ikan tersebut berasal dari istilah di negara Thailand, “Plakat” memiliki arti pertarungan atau ikan laga.

Nah, penghobi ikan cupang aduan yang ingin beternak, silahkan bisa mencoba mengembangbiakan plakat. Ikan cupang memiliki mental petarung serta warna tubuh indah.

Ekor dimiliki cupang ini juga lebih pendek, tetapi lebih tegas dan juga kokoh. Pastinya agar bisa mendapatkan ikan ini, perlu merogoh kocek dalam-dalam. Karena, satu ekor dibanderol dengan harga sekitar Rp 1.000.000.

4. Ikan Cupang Giant

Ikan Cupang Giant

Cupang giant memiliki ukuran tubuh lebih besar diantara sekian banyaknya jenis lainnya Bahkan, panjang tubuhnya dapat mencapai 12cm, ukuran cukup panjang.

Cupang ini merupakan hasil dari perkawinan silang antara Plakat dan ikan cupang lainnya. Jenis tersebut sudah terkenal saat ini adalah seperti halfmoon giant, crown tail giant, dan juga double tail giant.

Mungkin berminat untuk beternak ikan cupang satu ini. Untuk bisa mendapatkannya yaitu dengan harga berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000 per-ekornya.

5. Ikan Cupang Fanchy

Ikan Cupang Fanchy

Ikan cupang selanjutnya ada jenis Fanchy yaitu memiliki ciri khusus dengan garis warna tunggal di bagian tubuh depannya. Di negara Thailand cupang ini memiliki dipatok dengan harga yang cukup mahal, saat dilelang saja sudah dipatok dengan harga Rp 10.000.000 per-ekornya.

Gradasi warna dan bentuk ekor yang indah membuatnya menjadikan salah satu ikan hias yang banyak diburu para kolektor. Selain memiliki kecantikan secara fisik, cara beternak mudah, jenis ini juga dapat dijadikan sebagai ikan cupang petarung handal.

6. Ikan Cupang HMPK

Ikan Cupang HMPK

Ikan cupang yang satu ini juga sudah mulai banyak diminati. Asal muasal dari jenis ini adalah hasil dari perkawinan silang antara Halfmooon dan Plakat. Sehingga, cupang ini dinamakan HMPK yang merupakan singkatan dari kedua jenis indukan.

7. Jenis Cupang Big Ear

Ikan Cupang Dumbo Big Ear

Kemudian, ada juga ikan cupang dengan nama big ear yang memiliki ciri khusus yaitu memiliki sirip telinga yang sangat lebar. Jenis ini juga sering disebut para penghobi dengan nama Cupang Dumbo.

Secara umumnya cupang tersebut merupakan salah satu variasi baru dikembangkan di Negara Indonesia. Namun, untuk saat ini jenis ikan tersebut sudah banyak diincar para kolektor karena keunikan yang dimilikinya.

Beberapa varian ikan cupang di atas mungkin ada dapat dijadikan pilihan sebagai calon induk. Sebelum kalian melanjutkan untuk cara beternak ikan cupang, tentu saja kalian memerlukan modal usaha.

Modal Beternak Ikan Cupang

Beternak Ikan Cupang

Berapa banyak modal para peternak agar dapat beternak ikan cupang? Semua tergantung dari seberapa banyak bibit dan cara beternaknya, serta jumlah peralatan yang dibutuhkan.

Nah, untuk kalian yang berminat menjadi peternak ikan cupang, berikut ini adalah rincian modal perlu disiapkan.

1. Modal Awal

Modal Awal
KegiatanJumlah
Bibit ikan dan calon indukanRp 300.000
Akuarium atau wadah ikan cupangRp 400.000
Total KeseluruhanRp 700.000

Jadi, untuk modal awal kalian harus menyiapkan sekitar Rp 700 ribu.

2. Pengluaran Bulanan

Pengeluaran Bulanan
KegiatanJumlah
Pengadaan bibit ikan cupangRp 300.000
Pakan ikanRp 200.000
Vitamin dan lain-lainRp 300.000
Total KeseluruhanRp 1.500.000

Untuk pengeluaran bulanan, jumlah modal yang diperlukan sekitar Rp 1.500.000. Modal secara keseluruhan beternak adalah sekitar Rp 2.200.000.

Perlengkapan Beternak Ikan Cupang

Perlengkapan Beternak Ikan Cupang

Setelah mengetahui berapa kisaran modal yang diperlukan, beternak ikan cupang, maka kalian juga harus menyiapkan peralatan beternak. Perlengkapan untuk memperlancar proses beternak diantaranya adalah :

1. Ember Besar

Ember Besar

Ember berukuran besar ini berguna sekali selama proses beternak ikan cupang. Setiap minggunya, kalian diharuskan untuk membuang 10 hingga 15 persen air akuarium. Selain itu, ember besar juga fungsi untuk membersihkan peralatan akuarium atau tempat untuk menyimpan peralatan akuarium kalian.

2. Alat Siphon

Alat Siphon

Cara beternak selanjutnya adalah dengan menyiapkan siphon. Alat ini berguna untuk memudahkan pemindahan air akuarium ke dalam ember atau pun untuk membersihkan kotoran di dasar akuarium dengan mudah. Karena, saat beternak atau memelihara ikan cupang, kebersihan harus diperhatikan.

3. Pembersih Alga

Pembersih Alga

Pembersih alga juga dibutuhkan agar memudahkan dalam membersihkan lumut atau jamur menempel didinding akuarium.

4. Jaring Ikan

Jaring Ikan

Jaring ikan juga sangat diperlukan dalam cara beternak. Selain dijadikan alat untuk memindahkan ikan dari akuarium ke akuarium lainnya, jaring ikan juga berfungsi pembuangan kotoran berukuran lebih besar dari akuarium.

5. Tanaman Apung

Tanaman Apung

Cara beternak selanjutnya yaitu membutuhkan tanaman apung, memiliki fungsi khusus sebagai alat perlindungan dari serangga pengganggu. Lalu, tanaman apung tersebut juga dapat dijadikan sebagai alat untuk mempermudah proses beternak ikan cupang.

6. Penjepit Tanaman

Penjepit tanaman

Tanaman apung sudah kalian siapkan, lalu masukan ke dalam akuarium menggunakan penjepit tanaman. Alat ini tersedia di toko ikan hias perlengkapan akuarium.

Tujuan penggunaan alat ini yaitu untuk menempatkan tanaman apung di satu titik dan tidak bergerak kesan-kemari. Apalagi saat proses beternak yang telurnya diletakan di akar tanaman apung, pastinya sangat membantu agar tidak rusak.

Itulah sejumlah perlengkapan cara beternak harus terlengkapi sebelum melakuan proses beternak ikan cupang. Sehingga, bisa mendapatkan hasil maksimal serta memuaskan.

Cara Beternak Ikan Cupang

Cara Beternak Ikan Cupang 1

Nah, jika kalian memiliki keinginan beternak ikan cupang tapi masih bingung dengan caranya, maka langsung saja bisa simak baik-baik serta ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Memilih Indukan Ikan Cupang

Memilih Indukan Cupang

Pilih calon indukan ikan cupang berkualitas, baik indukan ikan cupang hias atau pun aduan. Memilih calon induk betina berusia 3 hingga 4 bulan. Sedangkan calon induk jantan sudah siap di kawin berusia sekitar 4 hingga 8 bulanan.

2. Siapkan Tempat Pemijahan dengan Air Bersih

Siapkan Wadah Pemijahan

Setelah memilih calon indukan ikan cupang sehat serta berkualitas, maka cara beternak selanjutnya adalah dengan menyiapkan tempat pemijahan. Bisa menggunakan baskom atau ember berukuran sedang berdiameter minimal 30 cm.

Pastikan kembali wadah sudah dibersihkan sebelumnya. Jangan sampai menyiapkan wadah pemijahan masih banyak kotoran, sebab akan mempengaruhi cara beternak nantinya.

3. Masukan Induk Jantan ke Wadah Pemijahan

Masukan Indukan Jantan ke Wadah Pemijahan

Cara beternak selanjutnya adalah dengan masukan calon induk jantan ke dalam wadah pemijahan selama 1 hari. Biarkan induk jantan membuat gelembung-gelembung. Nantinya digunakan untuk menyimpan telur dari induk betinanya.

4. Masukan Induk Betina ke Wadah Pemijahan

Masukan Indukan Betina

Kemudian, setelah indukan jantan dibiarkan seharian di dalam wadah pemijahan, cara beternak selanjutnya yaitu memasukan calon indukan betina. Gunakan potongan botol akua sebagai pembatas indukan betina bersama pejantan diwadah pemijahan.

Diamkan induk betina bersama pejantan didalam satu wadah pemijahan namun dibatasi menggunakan potongan botol akua. Setelah seharian dibiarkan mereka akan saling mengenal.

Setelah itu, kalian bisa memasukan induk jantan dan betina dalam wadah pemijahan tanpa pembatas. Biarkan calon induk jantan dan betina berinteraksi secara langsung.

5. Tutup Wadah Pemijahan dan Tunggu 1 Hari

Tutup Wadah Ikan Cupang

Setelah kalian memasukan induk jantan dan betina, kalian bisa menutup wadah pemijahan. Cara beternak selanjutnya yaitu untuk membiarkan induk saling berinteraksi atau melakukan perkawinan.

6. Pisahkan Induk Betina dari Wadah Pemijahan

Pisahkan Indukan Betina

Setelah melakukan perkawinan induk betina akan mengeluarkan telur. Namun, harus segera memisahkan induk betina dari wadah pemijahan. Karena, induk betina memiliki kebiasaan buruk seperti memakan telur-telurnya.

7. Biarkan Induk Jantan Melindungi Telurnya

Biarkan Indukan Jantan Melindungi Telur

Setelah itu, biarkan indukan jantan menjaga telur-telur yang sudah dibuahi. Indukan jantan akan melindungi telur-telur tersebut hingga menetas menjadi burayak.

8. Telur Akan Berubah Menjadi Burayak

Terlur Menjadi Burayak

Setelah kurang lebih selama satu hari, telur akan berubah menjadi burayak. Kalian tidak perlu memberi makan burayak selama tiga hari. Karena, burayak tersebut masih mengantongi cadangan makanan di dalam perutnya.

9. Burayak Diberi Pakan Kutu Air

Beri Pakan Burayak Dengan Kutu Air

Setelah burayak berusia3 hari, cara beternak selanjutnya adalah dengan memberikannya pakan seperti kutu air atau pun artemia. Namun hal perlu diingat adalah memberikan pakan secukupnya saja. Karena, jika burayak diberi pakan melebihi jumlahnnya, maka burayak akan mati dan air menjadi kotor.

10. Angkat Indukan Jantan

Angkat Ikan Cupang Jantan

Lakukan cara pemberian pakan selama 1 hingga 2 hari sekali, secara berturut-turut dalam kurun waktu satu minggu. Kemudian, kalian sudah dapat mengangkat indukan jantan dan membiarkan burayak untuk hidup mandiri melewati proses seleksi alam.

Itulah beberapa langkah-langkah terbaik dan benar mengenai cara beternak. Kemudian, setelah burayak berusia 1,5 bulan, sudah dapat membedakan kelamin anakan ikan cupang tersebut.

Kesalahan Dalam Beternak Ikan Cupang

Kesalahan Dalam Beternak Cupang

Namun, dalam cara beternak, harus memahami betul tentang aturannya dengan sesuai. Karena, jika tidak maka proses beternak akan mengalami kegagalan.

Nah, tahukah kesalahan apa saja hingga dapat menggagalkan proses beternak? Untuk lebih jelasnya, silahhkan langsung simak pembahasan berikut ini.

1. Salah Menentukan Usia Indukan

Salah Menentukan Usia Indukan

Umur berapa indukan siap kawin? Pemilihan usia caloin indukan juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses beternak.

Karena, indukan bagus minimal berusia 4 bulan, baik betina maupun pejantan. Namun, hasil dari beternak indukan berusia demikian juga akan berpengaruh terhadap jumlah telur.

Usia ideal indukan yaitu sekitar tujuh bulan hingga delapan bulan. Biasanya indukan betina dengan usia tersebut, mampu mengeluarkan telur hingga ribuan buah serta pertumbuhan burayaknya akan lebih bagus.

2. Tidak Memperhatikan Pemberian Pakan

Tidak Memperhatikan Pemberian Pakan

Kesalahan cara beternak selanjutnya adalah tidak memperhatikan ketersediaan pakan, padahal pakan ini memiliki pengaruh penting pada saat beternak. Dalam hal ini ketersediaan pakan tidak hanya dibutuhkan pada saat pemijahan saja, akan tetapi pada saat telur sudah menetas menjadi burayak.

Selama tiga hari setelah telur menetas menjadi burayak, maka tidak perlu memberikan pakan. Namun, setelah itu kalian bisa memberikan pakan pada burayak menggunakan kutu air atau pun artemia. Perlu diingat, pemberian pakan pada burayak harus disesuaikan.

3. Pemilihan Media Pemijahan

Pemilihan Media Pemijahan

Kemudian, peternak terkadang memiliki kesalahan dalam pemilihan media atau wadah pemijahan. Menggunakan barang bekas seperti ember, baskom atau pun sterofoam bekas.

Jangan gunakan wadah terlalu kecil, minimal berdiameter 25cm. Karena, jika terlalu sempit pertumbuhan burayak dapat terganggu.

4. Tidak Memperhatikan Kualitas Air

Tidak Memperhatikan Kualitas Air

Hal penting untuk diperhatikan peternak pada saat melakukan cara beternak adalah mengenai kualitas air. Air bagus memiliki kadar pH air sekitar 6,2 hingga 7.

5. Peternak Mengintip Saat Proses Pemijahan

Rasa Penasaran Mengenai Proses Pemijahan

Dalam cara beternak, peternak dilarang melihat proses perkawinan. Pada dasarnya ikan cupang memiliki rasa malu apabila peternak sering membuka wadah pemijahan.

Jika demikian, maka cara beternak bisa saja mendapatkan hasil kurang maksimal, bahkan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, pastikan untuk tidak terlalu sering membuka penutup wadah pemijahan sebelum waktunya.

Itulah beberapa kesalahan beternak dapat membuat proses menjadi kurang maksimal ataupun gagal. Sebaiknya, para peternak ikan cupang lebih memperhatikan beberapa hal diatas dengan baik.

Akhir Kata

Demikian informasi yang dapat cupangbetta.id sampaikan mengenai cara beternak ikan cupang. Mulai dari ikan cupang yang paling banyak diternak, modal ternak, perlengkapan ternak, tahapan beternak, hingga kesalahan dalam beternak ikan cupang. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Anas Seorang Penghobi dan Peternak Cupang Yang Ingin Membagikan Pengalaman Budidaya Cupang Kepada Para Pengunjung Website Ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *