6 Kelemahan Ayam Kalkun: Penyakit, Produksi Telur & Harga

kelemahan ayam kalkun

Kelemahan Ayam Kalkun – Salah satu jenis ayam yang banyak digemari oleh para peternak ayam di Indonesia. Ayam ini memiliki kelebihan dalam pertumbuhan serta kecepatan berkembang biak membuat para peternak semakin tertarik untuk memeliharanya. Namun, seperti halnya jenis ayam lainnya, ayam kalkun juga memiliki kelemahan dalam aspek tertentu.

Salah satu kelemahan ayam kalkun adalah masalah kesehatan sering terjadi pada ayam tersebut. Seperti halnya manusia, ayam juga rentan terhadap penyakit atau infeksi dapat mempengaruhi kesehatannya. Selain itu, ayam kalkun juga terkena beberapa jenis penyakit spesifik pada ayam jenis ini seperti marek’s disease, coccidiosis, serta penyakit new castle.

Selain masalah kesehatan, ayam kalkun juga memiliki kelemahan dalam aspek produksi telur serta daging rendah. Meski ayam kalkun diketahui tumbuh dengan cepat serta memperoleh berat badan yang baik, namun jumlah telur dihasilkan biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis ayam lain.

Dengan adanya kelemahan setiap jenis ayam tentu saja harus memperhatikan kesehatan agar terhindar dari bubul ayam. Tetapi untuk mengobati bubul ayam dapat melihat Cara Mengobati Bubul Ayam dengan Bawang Putih. Apabila sudah siap melihat kelemahan ayam tersebut silahkan ikuti pembahasan dibawah ini.

Contoh Penyakit Ayam Kalkun

penyakit ayam kalkun

Ayam Kalkun merupakan salah satu jenis ayam petelur cukup populer di Indonesia. Ayam ini memiliki berbagai keunggulan seperti cepat bertelur serta bertambah berat badannya dengan cepat.

Namun, selain keunggulan ayam Kalkun juga memiliki kelemahan terutama pada keturunan memiliki kecenderungan tertentu terhadap penyakit-penyakit tertentu. Berikut ini adalah daftar kelemahan ayam Kalkun dari segi keturunan susceptible terhadap penyakit:

1. Coryza

Coryza adalah salah satu penyakit cukup sering menyerang ayam Kalkun. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus gallinarum serta gejala yang ditimbulkan adalah mata berair, hidung tersumbat, bersin-bersin dan nafas berbunyi. Apabila ayam kalkun terinfeksi penyakit ini akan mengalami penurunan produksi telur serta penurunan berat badan. Harga pengobatan penyakit coryza pada ayam Kalkun sekitar Rp. 50.000,-.

2. Avian Flu

Avian flu atau flu burung juga menjadi salah satu penyakit sering menyerang ayam Kalkun. Penyakit ini disebabkan oleh virus H5N1 dan gejala ditimbulkan adalah demam, sesak nafas, diare dan lemas. Ayam kalkun terinfeksi penyakit ini akan mengalami penurunan produksi telur serta kematian dalam waktu cukup singkat. Harga pengobatan penyakit avian flu pada ayam Kalkun sekitar Rp. 70.000,-.

3. Marek’s Disease

Marek’s Disease adalah penyakit disebabkan oleh virus Marek. Gejala yang ditimbulkan antara lain kelumpuhan, kejang-kejang pada otot kaki dan sayap, serta penurunan produksi telur. Marek’s Disease dapat menyebar melalui debu mengandung sel jaringan yang terinfeksi virus tersebut. Harga pengobatan penyakit Marek’s Disease pada ayam Kalkun sekitar Rp. 100.000,-.

Itulah beberapa penyakit yang sering menyerang ayam Kalkun. Oleh karena itu, para peternak harus benar-benar mengerti bagaimana cara mencegah dan mengobati penyakit tersebut. Peternak juga harus memperhatikan keturunan ayam Kalkun yang memiliki kecenderungan susceptible terhadap penyakit agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Harga Ayam Kalkun

harga ayam kalkun

Banyak orang menemukan kelemahan ayam kalkun membuat mereka kurang tertarik untuk membeli dan mengonsumsinya di meja makan keluarga. Salah satu hal kelemahan yaitu minat makan berubah-ubah dan harganya yang cukup mahal.

Jika dibandingkan dengan harga ayam broiler atau ayam kampung, harga ayam kalkun lebih tinggi. Walaupun terdapat berbagai macam kelemahan ayam tersebut, tetap saja harga masih tinggi dikalangan pasar tradisional ataupun peternak yang dapat melihat bawah ini.

Berat Ayam KalkunHarga
1 – 2 kgRp. 90.000,-
2 – 3 kgRp. 120.000,-
3 – 4 kgRp. 160.000,-
>4 kgRp. 200.000,-

Adanya harga ayam kalkun mengindikasikan bahwa harga relatif tinggi dibandingkan dengan harga ayam kampung biasa. Namun, harga tinggi tersebut tidak sebanding dengan produksi telur yang dihasilkan. Itulah mengapa nilai harga ayam kalkun masih tinggi.

Cara Produksi Telur Ayam Kalkun Berkualitas

telur ayam kalkun

Salah satu kelemahan ayam kalkun yang perlu diperhatikan adalah produksi telur tidak stabil. Hal ini mengakibatkan peternak tidak dapat mengoptimalkan hasil produksi dan menghindari adanya kelemahan.

Produksi telur ayam kalkun dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah pola makan, perawatan serta lingkungan kandang. Jika salah satu faktor tersebut tidak terpenuhi dengan baik, maka produksi telur dapat menurun drastis. Peternak harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam yang cukup agar ayam mampu menghasilkan telur berkualitas serta konsisten.

1. Perawatan Kandang

Perawatan kandang lalu kondisi lingkungan juga berpengaruh pada produksi telur ayam kalkun. Kandang yang kotor dan tidak memenuhi standar kesehatan dapat menyebabkan ayam mudah sakit atau produksi telur menurun. Selain itu ada kelemahan dari kandang lainnya yaitu kondisi suhu serta kelembaban juga harus dijaga agar ayam merasa nyaman dan tidak stres.

2. Menjaga Kesehatan Ayam Kalkun

Langkah kedua dapat diambil untuk mengatasi produksi telur tidak stabil adalah dengan menjaga kesehatan ayam, memberikan nutrisi yang cukup serta menjaga kondisi kandang bersih dan sehat. Peternak juga dapat melakukan seleksi terhadap ayam berkualitas agar menghasilkan telur lebih banyak dan berkualitas.

3. Pemilihan Bibit Ayam Kalkun

Untuk menghindari kelemahan ayam tersebut, sebainya pemilihan bibit baik dan berkualitas. Bibit berkualitas akan memberikan hasil produksi telur yang lebih baik atau stabil. Ada beberapa bibit ayam kalkun dapat dipilih seperti F3, F4 atau F5, namun peternak harus memahami jenis bibit tersebut serta kemampuan produksi telur yang dihasilkannya.

Kesimpulan

Sekian pembahasan dari cupangbetta.id mengenai Kelemahan Ayam Kalkun. Nantikan informasi selanjuntya meliputi jenis ayam lainnya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi peternak ayam agar selalu waspada merawat salah satu jenis ayam.

Bagikan:

[addtoany]