Anas Seorang Penghobi dan Peternak Cupang Yang Ingin Membagikan Pengalaman Budidaya Cupang Kepada Para Pengunjung Website Ini.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kotoran Puyuh

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kotoran Puyuh

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kotoran Puyuh – Perlu kamu ketahui bahwa memelihara ikan cupang merupakan salah satu hobi yang baru-baru ini sedang banyak digemari. Hobi ini mulai ramai semenjak adanya virus covid yang menyerang Indonesia. Sebagian orang memeliharanya hanya untuk dijadikan koleksi dirumahnya agar terlihat lebih indah dan ada juga yang menggunakannya untuk berbisnis dengan cara memperjualbelikan.

Tubuhnya yang berwarna-warni membuatnya terlihat sangat indah dan anggun. Untuk harganya juga masih terbilang mahal bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk yang memiliki kelebihan tersendiri. Ikan cupang juga terbagi menjadi banyak jenis, contohnya yaitu seperti Halfmoon, Giant, Plakat, dan masih banyak lagi.

Cupang juga salah satu ikan hias yang mudah untuk dipelihara, cukup menjaga kebersihan dari segala kebutuhannya serta memberi pakan secara teratur. Ada banyak pakan yang dapat kamu gunakan seperti pada artikel MAKANAN IKAN CUPANG UNTUK WARNA, salah satunya yaitu kutu air atau sering disebut dengan kutir. Kutu air merupakan salah satu pakan favorit yang sering digunakan penghobi sebagai makanan sehari-hari.

Namun daya tahan hidup kutu air cukup singkat, yaitu 3 sampai 7 hari saja. Oleh karena itu sebagian orang lebih memilih untuk budidaya kutu air agar tidak kehabisan pakan serta lebih menghemat uang. Sebenarnya ada banyak cara dapat dilakukan untuk budidaya kutu air,salah satunya yaitu dengan kotoran puyuh. Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba menjelaskan mengenai cara cara budidaya kutu air dengan menggunakan kotoran puyuh.

Cara Budidaya Kutu Air Dengan Kotoran Puyuh

Selain menghemat uang, budidaya kutu air juga dapat menghasilkan uang dengan cara menjualnya. Karena sebagian penghobi lebih memilih untuk membeli kutu air. Budidaya kutu air dengan menggunakan kotoran puyuh sebenarnya sama dengan cara lainnya, yang membedakan hanyalah pakan yang digunakan saja. Nah dibawah ini ada cara cara budidaya kutu air dengan media kotoran puyuh.

1. Siapkan Wadah Budidaya Kutu Air

Siapkan Wadah Budidaya Kutu Air

Cara pertama yaitu kamu harus menyiapkan wadah terlebih dahulu. Pastikan kamu menggunakan wadah berukuran besar. Hal ini disebabkan karena kutu air memerlukan ruang gerak luas agar dapat bertahan hidup. Jika tidak mempunyai wadah besar, kamu juga bisa menggunakan kolam.

2. Isikan Air Pada Wadah Budidaya

Isikan Air Pada Wadah Budidaya Kutu Air

Selanjutnya yaitu isikan air kedalam wadah budidaya. Pastikan kamu sudah endapkan air tersebut selama 24 jam didalam wadah yang berbeda agar bakteri pada air tersebut hilang. Namun untuk air sumur kamu bisa langsung menggunakannya.

3. Menyiapkan Kotoran Puyuh

Menyiapkan Kotoran Puyuh

Nah pada cara ini kamu memerlukan kain untuk membungkus kotoran puyuh. Sebelumnya kamu harus menggunakan kotoran puyuh yang sudah kering lalu haruskan dengan menggunakan batu atau alat lainnya. Setelah halus bungkus kotoran puyuh menggunakan kain dan ikat dengan kencang.

4. Memasukkan Bungkusan Kotoran Puyuh

Memasukkan Bungkusan Kotoran Puyuh

Setelah kotoran puyuh dibungkus, lalu masukkan kedalam wadah yang sudah kamu siapkan. Kotoran puyuh yang dibungkus bertujuan agar bakteri lainnya dapat disaring serta tidak membuat air menjadi kotor. Kamu bisa memasukkan lebih dari satu bungkusan kotoran puyuh kedalam wadah. Setelah itu diamkan selama 1 hari agar tercampur dengan merata.

5. Masukkan Indukan Kutu Air

Masukkan Indukan Kutu Air 2

Cara selanjutnya yaitu dengan memasukkan indukan kutu air kedalam wadah budidaya. Kamu membeli atau mencari indukan kutu air. Semakin banyak indukan yang digunakan, maka akan semakin banyak juga hasil yang akan didapat. Jadi lebih baik kamu menggunakan banyak indukan pada satu wadah.

6. Memanen Kutu Air

Memanen Kutu Air 2

Selang 3 sampai 7 hari maka kutu air sudah bisa dipanen. Namun alangkah baiknya sisakan sebagian kutu air pada wadah budidaya agar nantinya bisa menghasilkan kutu air kembali dalam waktu dekat. Dengan begitu maka kutu air pada wadah budidaya tidak akan habis dan kamu bisa mengambilkan setiap saat.

Kesimpulan

Mungkin itulah cara cara yang dapat kamu lakukan untuk budidaya kutu air menggunakan kotoran puyuh versi cupangbetta.id. Namun lebih baik kamu melakukan budidaya ini diluar rumah, karena kemungkinan pada wadah budidaya akan menimbulkan bau busuk. Sekian informasi dari kami dan semoga artikel ini dapat membantu kamu semua.

Anas Seorang Penghobi dan Peternak Cupang Yang Ingin Membagikan Pengalaman Budidaya Cupang Kepada Para Pengunjung Website Ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *